Thursday, January 17, 2013

BKP III : Memelihara Standar Presentasi Pribadi (2)

E.   CARA MEMBANGKITKAN KEKUATAN PRIBADI
Setiap orang ingin memiliki kepribadian yang baik, kuat, dan menarik. Oleh karena itu, kepribadian perlu terus dibina dan dikembangkan. Selalu berpenampilan serasi dan menarik adalah salah satu cara untuk membangun kepribadian yang menarik.
Untuk dapat tampil serasi dan menarik di tempat kerja, berikut ini disajikan langkah-langkah dan latihan yang dapat ditempuh oleh mereka yang bekerja sebagai tenaga penjualan/pelayanan
1.
Menghindari gaya bicara yang negatif
2.
Berani bertanggungjawab
3.
Mengembangkan dinamika pribadi
4.
Mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa verbal dan non-verbal
5.
Mengembangkan pengetahuan
6.
Bersikap fleksibel terhadap berbagai perubahan
F.   TATA KRAMA YANG BAIK SECARA UMUM
Tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan masyarakat setempat. Istilah tata krama terdiri dari kata tata dan krama. Tata artinya adat, aturan, norma, atau peraturan. Krama artinya sopan-santun, kelakuan, tindakan, atau perbuatan. Jadi, secara etimologis tata krama berarti adat sopan-santun atau kebiasaan sopan-santun.
Tata krama atau adat sopan-santun sering pula disebut etiket yang telah menjadi bagian dari norma kehidupan manusia. Tata krama telah menjadi persyaratan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Pada umumnya ruang lingkup tata krama meliputi hal-hal berikut ini.
1.
Tata krama berkenalan
2.
Tata krama bertamu
3.
Tata krama berbicara
4.
Tata krama makan
5.
Tata krama dalam menggunakan sarana umum, dan lain-lain
Dalam hubungannya dengan tata krama, yang perlu kita sadari adalah bahwa dalam kehidupan sehari-hari ada tata krama yang harus diikuti dan dilaksanakan. Dengan menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari, maka hidup kita akan tenteram, damai, dan aman.
G.   ARTI BAHASA TUBUH DALAM LINGKUNGAN KERJA
Perilaku non-verbal mempunyai peranan penting dalam berkomunikasi dengan orang lain. Dalam suatu komunikasi, biasanya kita lebih cenderung mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan kata-kata. Namun sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan dengan bahasa tubuh. Tingkah laku non verbal merupakan bagian yang penting dalam berkomunikasi dengan orang lain, karena informasi atau pesan ada yang disampaikan atau diperoleh melalui bahasa tubuh.
Komunikator dapat menjadikan dirinya sensitif terhadap isyarat-isyarat non-verbal dari komunikan. Tiga bentuk bahasa tubuh yang cukup berpengaruh dalam proses komunikasi non-verbal, yaitu kinetik, paralinguistik, dan proksemik.
1.   Kinetik
Kinetik adalah perilaku tubuh yang meliputi gerak badan, gerak tangan, ekspresi wajah, gerak mata, dan lain-lain. Kinetik juga menyangkut ciri-ciri fisik, seperti keadaan jasmani, tinggi badan, berat badan, bentuk badan, dan penampilan tubuh secara umum.
Mata, kontak mata secara langsung, menghindari kontak mata secara langsung, mata ke bawah, mata menatap ke suatu benda, mata menyipit, dan mata berair atau tangisan.
Mulut, senyuman, bibir rapat, bibir digigit-gigit, dan mulut terbuka tanpa bicara (melongo).
Ekspresi wajah, kontak mata yang disertai senyuman, mata berkerut disertai mulut tertutup rapat, mata, dan mulut tampak kaku.
Kepala, kepala dalam posisi tegak, kepala mengangguk-angguk, kepala menggeleng-geleng, kepala mengangguk dan kaki menghentak, memegang kepala dengan kaku, kepala menunduk.
Bahu, bahu busung ke depan, bahu tampak lemas/membungkuk dan melengkung, sikap mengangkat bahu.
Kaki dan mulut, kaki dan mulut dalam keadaan santai, kaki menyilang dan berulang-ulang dalam posisi duduk, kaki dibuka dan ditutup secara berulang-ulang dalam posisi duduk.
Keseluruhan tubuh, punggung berayun-ayun dan tangan bertopang pada sandaran kursi, punggung bersandar dan tangan bertopang pada sandaran kursi dan tidak menatap lawan bicara, duduk santai, dan menatap ke muka.
2.   Paralinguistik
Beberapa isyarat vokal dalam paralinguistik, meliputi tingkat bunyi suara dan kelancaran dalam bicara.
Tingkat bunyi suara, berbisik atau suara kecil tidak terdengar, pertukaran yang tidak teratur dalam bunyi suara, dan suara rendah.
Kelancaran dalam bicara, kegagapan atau keraguan dalam bicara, ratapan, atau berkata dengan keluhan, sikap diam dan tidak mau bicara.
3.   Prosemik
Prosemik erat hubungannya dengan pengaruh keadaan diri dan lingkungannya. Dalam komunikasi, prosemik meliputi penggunaan ruangan, pengaturan mebeler, pengaturan tempat duduk, serta jarak antara komunikator dan komunikan.
Jarak, sikap duduk yang menjauhkan diri (menunjukkan tempat telah dilanggar, terjadi keguncangan jiwa, atau tempat duduk yang kurang nyaman), sikap yang mendekatkan diri (menunjukkan keinginan mencapai hubungan interpersonal yang lebih baik dan lebih intim).
Posisi dalam ruangan, selalu ingin duduk di belakang atau di samping suatu benda tertentu dalam ruangan, menunjukkan keinginan untuk mencari perlindungan, bersembunyi, atau sikap mengasingkan diri.
H.   CARA MEMBANGKITKAN KOMUNIKASI NON-VERBAL
Dalam kenyataannya, bahwa antara pesan dan bahasa tubuh adalah sama dan sebangun atau kongruen. Tubuh dan suara adalah merupakan kurir yang membawakan pesan Anda. Dengan menggunakan ekspresi wajah, gerak tubuh, suara, dan postur secara efektif, anda dapat menyampaikan pesan kongruen yang akan memperkuat komunikasi.
Pesan kongruen adalah pesan yang memiliki perkataan, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan postur yang selaras. Wajah anda mengatakan hal yang sama dengan perkataan atau pikiran Anda.
Untuk membangkitkan komunikasi non-verbal dan pesan yang kongruen dapat dilakukan melalui bahasa tubuh sebagai berikut.
1.   Kontak mata
Kontak mata yang sering dilakukan ketika berbicara akan membangun dan membina jalinan tingkat tinggi dalam komunikasi. Pandanglah lawan bicara, tetapi tidak lebih dari tiga detik. Pandangan yang lebih dari tiga detik sering diartikan sebagai tatapan kebencian atau kesukaan. Jangan memandang ke atas wajah lawan bicara. Sebab sikap seperti itu menunjukkan ketidak-siapan dalam hubungan interpersonal.
2.   Ekspresi wajah
Wajah sebenarnya merupakan alat komunikasi yang sangat kuat. Pesan non-verbal yang dilakukan melalui alis yang terangkat, sunggingan senyum, dahi berkerut, anggukan kepala, mata melebar, dan mulut terbuka adalah setara dengan ribuan kata atau kalimat. Oleh karena itu, gunakanlah wajah anda secara efektif untuk menyampaikan perasaan dan pikiran.
3.   Nada suara
Nada, volume, dan kecepatan suara adalah bumbu komunikasi, yaitu memberi cita rasa pada wajah dan gerak tubuh, sehingga irama komunikasi menjadi indah, menarik, dan menyenangkan. Nada, perubahan, dan kualitas suara dapat dimanfaatkan untuk menyatakan kegembiraan, kekecewaan, keraguan, kepastian, ketidak-pastian, serta pikiran, dan perasaan lainnya.
4.   Gerak tubuh
Gerak tubuh yang meliputi gerak tangan dan gerak lengan yang alami dan terarah akan memberi penekanan pada pesan Anda. Gerakan tangan yang direncanakan dan terarah dapat menunjukkan ide secara visual. Perhatikan contoh berikut ini!
"Ini adalah sila kedua Pancasila," seraya anda mengangkat dua jari.
Gerakkan satu tangan ke samping sambil berkata, "Di satu pihak," dan gerakkan tangan yang lainnya ke arah yang berlawanan sambil berkata, "Di lain pihak".
5.   Sosok (postur)
Dalam hal ini yang penting adalah cara kita membawa diri atau cara menegakkan tubuh dan bergerak. Perasaan dan pikiran kita sedapat mungkin muncul pada postur kita juga. Pada saat kita senang/gembira dan bersemangat, postur kita akan tegak dan kokoh. Pada saat kita murung/sedih dan tidak bersemangat, postur kita akan lemas dan lunglai.
I.     TATA KRAMA DALAM JAMUAN BISNIS (TABLE MANNER)
Pelanggan yang membeli produk kita tidak hanya orang-orang Indonesia saja, tetapi juga orang-orang bangsa asing. Untuk dapat melayani kebutuhan pelanggan asing itu tentu saja kita harus melaksanakan tata krama pergaulan internasional. Oleh karena itu kita harus mengetahui tata krama jamuan bisnis secara internasional.
Secara umum tata krama jamuan bisnis adalah sebagai berikut.
1.
Konfirmasikan janji pertemuan, termasuk waktu dan tempat, sehari sebelumnya
2.
Usahakan datang 10 menit sebelum jamuan dimulai.
3.
Saat jamuan makan tiba kita mengambil tempat untuk duduk.
4.
Matikan alat-alat komunikasi, seperti handphone atau ponsel.
5.
Jangan meletakkan benda-benda pribadi di atas meja, seperti kunci mobil, kaca mata, dompet, atau tas.
6.
Dahulukanlah penggunaan alat-alat makan, seperti sendok, pisau, dan garpu yang dimulai dari deretan yang paling luar di sisi kiri dan kanan
7.
Jaga irama atau kecepatan makan. Jangan makan terlalu cepat atau terlalu bernafsu
8.
Jangan bersendawa terlalu keras hingga terdengar. Hindari juga menguap tanpa menutup mulut
9.
Apabila ruangan makan ber-AC, kita harus menahan keinginan untuk merokok
10.
Apabila anda seorang wanita, jangan meninggalkan noda lipstik pada gelas. Janganlah mengoreksi rias wajah di hadapan rekan bisnis
Jenis jamuan bisnis
Untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih erat, biasanya diadakan jamuan makan dan minum. Tata krama jamuan bisnis ala barat terbagi dalam dua macam, yaitu:
1.   Jamuan dengan makanan ringan

a.
Coffee morning


Diselenggarakan pagi hari sekitar jam 10.00-11.00 WIB dengan menghidangkan kopi dan kue (snack)

b.
Tea party (afternoon tea)


Diselenggarakan sore hari sekitar jam 16.00-17.00 WIB dengan menghidangkan teh dan kue (snack)

c.
Cocktail party


Diselenggarakan malam hari sekitar jam 18.00-19.00 WIB dengan menghidangkan minuman keras, soft drink (minuman bersoda), dan kue (snack)
2.   Jamuan dengan makanan lengkap
Dinner adalah jamuan dengan makanan lengkap yang merupakan makanan utama. Jamuan yang dihidangkan berupa makanan pembangkit selera, makanan utama, dan makanan pencuci mulut. Tata cara penyajian makanan lengkap (dinner) dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a.
French dinner


Makanan beserta perlengkapannya diletakkan di atas meja yang telah ditata. Para tamu mengambil sendiri makanan dan minuman sesuai dengan selera masing-masing.

b.
Sit down dinner


Para tamu duduk mengelilingi meja di mana Makanan sudah terhidang dengan perlengkapan makanan untuk setiap tamunya. Agar menarik di dalam penyajiannya dapat menggunakan hiasan buah-buahan atau bunga.
J.   TATA CARA PERCAKAPAN SELAMA JAMUAN BISNIS
Hal utama yang harus diperhatikan dalam tata krama jamuan bisnis, yaitu tata cara percakapan selama jamuan bisnis. Secara umum tata cara percakapan selama jamuan bisnis adalah sebagai berikut.
1.
Lakukan basa-basi sejenak sebelum acara makan dimulai. Cari tahu hobi, minat atau kegemaran kolega, sehingga anda mudah membuka percakapan.
2.
Janganlah membicarakan masalah yang sensitif, seperti masalah pribadi atau masalah politik yang dapat menimbulkan salah paham.
3.
Apabila mengundang lebih dari satu rekan bisnis, pembicaraan jangan hanya terfokus pada satu orang. Libatkan rekan bisnis yang lain agar tidak ada yang merasa diabaikan.
4.
Basa-basi jangan terlalu meluas, mulailah masuk pada permasalahan bisnis yang dibicarakan.
5.
Berbicaralah secara teratur dan sopan setelah makan ditelan dan bibir sudah diusap bersih oleh serbet.
6.
Pada waktu berbicara, sebaiknya mulut dibuka secukupnya, gigi hendaknya tidak tampak terkancing, karena hal ini akan membuat suara kurang terdengar.
7.
Waktu berbicara hendaknya anda mengambil jarak sesuai dengan orang yang anda ajak bicara, dalam arti tidak terlalu dekat atau tidak terlalu jauh.
8.
Aturlah irama atau kecepatan makan anda secara baik, jangan terlalu cepat atau terlalu lamban. Sebab hal yang utama dalam jamuan bisnis bukan menghabiskan hidangan, melainkan mengutarakan maksud anda mengundang atau diundang rekan bisnis.
Unduh Materi 3 - Memelihara Standar Presentasi Pribadi
Format : PPT - Doc

No comments:

Post a Comment