Sunday, January 1, 2012

Prosedur Mengurus Surat Nikah (NA)

Prosedur Mengurus Surat Nikah (NA)

Minimnya informasi dan tertutupnya sikap aparat di bidang ini, sehingga banyak para sobat yang merasa kebingungan, bagaimana cara mengurus surat nikah? Didasari hal tersebut maka saya membuat posting ini untuk sobat sekalian yang hendak menikah khususnya saudara muslim, yang pastilah akan mengurus administrasi untuk mendapatkan dokumen surat nikah sebagai bukti sahnya pernikahan berdasar hukum perundang-undangan yang berlaku. Karena tanpa itu surat nikah tersebut, maka status pernikahan tidak diakui negara sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Berikut beberapa informasi yang saya peroleh dari hasil penelusuran, pengalaman pribadi serta informasi dari pihak yang kompetan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat membantu para sobat atau catin (calon pengantin) dalam mendapatkan surat nikah. Amien...
Persyaratan dokumen yang diperlukan:
1.  Fotocopy KTP catin (@ minimal 4 lembar)
2.  Fotokopi kartu keluarga Catin (@ minimal 3 lembar)
3.  Pas Photo berwarna (latar biru lebih bagus), ukuran 2×3  (@ 5 lembar) & 3×4 (@ 8 lembar)
4.  Surat pengantar dari RT setempat
5.  Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah atau Surat Pernyataan masih Perjaka/Perawan, bermaterai Rp. 6.000,- (biasanya RT setempat menyediakan jika tidak ada, bisa dibuat sendiri)
6.  N1, N2 dan N4 dari desa/kelurahan
7.  Surat izin orangtua (N5)
8.  N6 dari desa/kelurahan (bagi janda/duda cerai mati)
9.  Akta Cerai dari Pengadilan Agama (bagi janda/duda cerai hidup)
PENTING!
Yang tidak kalah penting yaitu “Fotokopi Akte Kelahiran/Ijazah terakhir” sebagai dasar verifikasi data pribadi, yang akan dimasukan dalam daftar pemeriksaan atau yang biasa disebut NB dan akan digunakan sebagai dasar dalam penulisan dalam buku nikah. Karena jika terjadi kesalahan data maka perubahan data atau nama di buku nikah harus melalui proses di Pengadilan Negeri, jelas itu sangat merepotkan serta memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Untuk Calon Pengantin Pria (CPP)
1.  CPP yang hendak menikah dalam kurun waktu kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja datang ke Ketua RT setempat guna meminta surat pengantar hendak menikah untuk ke kantor desa/kelurahan, sekaligus minta blangko formulir pernyataan masih Perjaka/Perawan (jika tidak ada, surat pernyataan ini bisa dibuat sendiri), dengan membawa :
-  Fotocopy Kartu Keluarga
-  Fotocopy KTP (2 lembar)
-  Materai 6.000
2.  Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas dan imunisasi (TT1, TT2, dll)
3.  Ke kantor desa/kelurahan untuk membuat surat-surat yang diperlukan - N1, N2, N4, N6 (untuk duda cerai mati) & surat pengantar untuk KUA, dengan membawa :
-  Fotocopy Kartu Keluarga (CPP 2 lembar & CPW 1 lembar)
-  Fotocopy KTP (CPP 2 lembar & CPW 1 lembar)
Jangan lupa untuk mem-fotocopy dua rangkap surat-surat yang kita peroleh.
4.  Berkas-berkas surat pengantar dari desa/kelurahan dibawa ke KUA setempat
5.  Bila pernikahan dilakukan di luar wilayah kerja KUA dimana kita tinggal maka membawa seluruh berkas yang sudah disahkan di desa/kelurahan tersebut di atas ke KUA setempat untuk membuat/meminta Surat Keterangan Rekomendasi Nikah ke keluar daerah, atau yang biasa disebut Surat Keterangan Numpang Nikah.
Untuk Calon Pengantin Wanita (CPW)
1.  CPW yang hendak menikah dalam kurun waktu kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja datang ke Ketua RT setempat guna meminta surat pengantar hendak menikah untuk ke kantor desa/kelurahan, sekaligus minta blangko formulir pernyataan masih Perjaka/Perawan (jika tidak ada surat pernyataan ini bisa dibuat sendiri), dengan membawa :
-  Fotocopy Kartu Keluarga
-  Fotocopy KTP (2 lembar)
-  Materai 6.000
2.  Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas dan imunisasi (TT1, TT2, dll)
3.  Ke kantor desa/kelurahan untuk membuat surat-surat yang diperlukan - N1, N2, N4, N6 (untuk duda cerai mati) & surat pengantar untuk KUA + N5 (Surat Persetujuan Orang Tua), dengan membawa :
-  Fotocopy Kartu Keluarga (CPW 2 lembar & CPP 1 lembar)
-  Fotocopy KTP (CPW 2 lembar & CPP 1 lembar)
Jangan lupa untuk mem-fotocopy dua rangkap surat-surat yang kita peroleh.
4.  Berkas-berkas surat pengantar dari desa/kelurahan dibawa ke KUA setempat
5.  Catin (sebaiknya CPP & CPW) mendaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tempat Pendaftaran
a.  Tempat Pendaftaran dijabat oleh seorang pegawai yang merangkap sebagai Bendahara dengan tugas :
-  Menerima Pendaftaran;
-  Menerima Persyaratan Pernikahan untuk diverifikasi oleh Penghulu;
b.  Penghulu memverifikasi seluruh administrasi persyaratan nikah
c.  Penghulu mengadakan penataran Pola 5 Jam terhadap Catin memanfaatkan waktu 10 (sepuluh) hari kerja);
d.  Kepala KUA melakukan penjadwalan dan menunjuk penghulu sebagai pelaksana;
e.  Persyaratan yang telah dilengkapi model NB dimasukkan pada Buku Kendali;
f.  Pelaksanaan nikah oleh penghulu;
g.  Penulisan Register oleh Staf atau Penghulu;
h.  Penulisan Kutipan Akta NIKAH oleh penghulu;
i.  Ekspedisi Surat Nikah oleh staf;
j.  Arsip oleh staf;
(a s.d. j berdasarkan SOP dari Kemenag - Undang-undang Nomor 32 tahun 1945 tentang Pencatatan  Nikah & Keputusan Menteri Agama RI nomor 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama  Kecamatan)
Sebenarnya untuk biaya yang harus dikeluarkan dalam mengurus hal tersebut di atas adalah tergantung daerah dimana kita tinggal dan sejauh pengetahuan saya tidak ada peraturan tertulis yang mengatur itu. Dan saya sarankan untuk mengurusnya sendiri bersama calon isteri tentunya, serta cobalah untuk tenang, santai & jangan lupa untuk memberi kesan kalau kita adalah warga yang mengerti hukum alias bukan orang biasa (intelek, he..he…).
Disini saya sampaikan biaya yang saya keluarkan berdasarkan pengalaman pribadi
Tingkat RT
→ Sekedar untuk mengisi kas RT, Rp. 5.000,-(tidak ditarif) dan Materai Rp. 6.000,- untuk Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah
Tingkat desa/kelurahan
→ “Jasa ketik & tandatangan Kades/Lurah” Rp. 10.000,-
KUA tepat saya tinggal
Surat Keterangan Numpang Nikah Rp. 15.000,- (sebetulnya sih gratis)
Menurut Keputusan Menteri Agama Nomor 477 Tahun 2004 - Surat Keterangan Numpang Nikah dapat dibuat atau cukup dari desa/kelurahan saja, namun sayang hal ini belum tersosialisasi dengan baik.
KUA tempat pelaksanaan nikah
→ Nah di sini kita harus pintar-pintar nawar.
Awalnya petugas KUA meminta biaya Rp. 500.000, namun saya katakan bahwa “saya tahu betul kalau tarif resmi menikah itu hanya Rp. 95.000, Tarif Nikah Rp. 30.000 + Konsultasi perkawinan BP4 Rp. 15.000 + Transportasi penghulu Rp. 50.000 kalau nikah di luar kantor/KUA” (PP No. 51 tahun 2000, PP No. 47 tahun 2004, Permenag No. 9 tahun 2005/Permenag No. 21 tahun 2005).
Petugas tersebut pun kaget dan bilang, “memang sih pak, tapi masa sih tega.. penghulu, amil (P3N) dan staf juga kan perlu tambahan.”
Lalu saya bilang apa hubungannya dengan amil kan kami (saya dan calon) ngurus sendiri?
Dia pun akhirnya berkata “seikhlasnya bapak deh, tapi kalau bisa nanti penghulunya dikasih uang bensin ya.”
Karena merasa kasihan akhirnya saya sepakati dengan biaya Rp. 200.000,- (tanpa kwitansi tentunya)
Nah itulah sekelumit pengalaman pribadi, untuk bahan pelengkap saya lampirkan beberapa contoh dokumen yang dibutuhkan untuk dapat diunduh para sobat. Semoga bermanfaat dan tak lupa saya sampaikan “selamat menempuh hidup baru dan semoga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah”. Amien…

Update...
Sebagai info tambahan untuk kita semua, berdasarkan informasi yang saya terima dari salah satu sobat di bawah dan juga sudah saya konfirmasi langsung ke salah seorang pejabat Kantor Kemenag dan beberapa kepala KUA di Kabupaten Cianjur, bahwa Keputusan Menteri Agama Nomor 477 Tahun 2004 sudah tidak berlaku lagi alias sudah digantikan oleh Peraturan Menteri Agama Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah.
Ohya, juga guna memenuhi beberapa permintaan, saran dan masukkan dari para sobat, baik melalui komentar maupun Facebook, mengenai  pelaksanaan akad nikah, lafal ijab qobul dan sighat taklik, saya ingin berbagi lebih banyak lagi.  Namun karena keterbatasan tempat, maka saya membuat postingan tersendiri mengenai saran tersebut di atas dan sobat bisa melihatnya di sini.
Sekian & semoga bermanfaat...
Unduh contoh dokumen yang diperlukan (via Mediafire)
Perlu produk hukum lain? Silahkan klik di sini

122 comments:

  1. InshAllah sebentar lagi saya akan menikah, Terima kasih banyak atas informasi yang sangat bermanfaat ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah, bahagia rasanya bisa berbagi dengan para sobat...
      Semoga pernikahan sobat kelak terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Amien...
      salam kenal & salam berbagi sob!...

      Delete
  2. wah, dag dig dug der nih sob. Awal november nanti saya menikah, trima kasih banget sudah mau berbagi pengalaman yang sangat berguna ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. afwan sob...
      saya juga dulu begitu sob, apalagi sehari setelah menikah serasa benar-benar sedang bermimpi. He..he...
      Btw, semoga terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Amien...
      salam kenal & salam berbagi sob!...

      Delete
  3. Hatur Nuhun informasi yg sangat berharga sekali...
    Insya ALLAH bln November mendatang, saya akan melangsungkan pernikahan di luar kota, btw, tentang biaya nikah sesuai(PP No. 51 tahun 2000, PP No. 47 tahun 2004, Permenag No. 9 tahun 2005)apa itu benar ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sawangsulna lur...
      Sim kuring ngiring bingah sareng mugi kawujud keluarga anu sakinah, mawadah, warohmah. Amien...

      Tentu saja benar sob, jika ragu sobat bisa mengunduh Beberapa peraturan mengenai Biaya Resmi NR (Nikah/Rujuk) di bawah ini,
      Unduh PP 47 Th 2004 - Tarif PNBP Depag
      Unduh PP 51 Th 2000 - Tarif PNBP Depag
      Unduh KMA 477 Th 2004 - Pencatatan Nikah
      Unduh PMA 21 Th 2005 - Pengelolaan Biaya NR
      (PMA 21/2005 merupakan perubahan atas PMA 9/2005)

      Btw, jika kelak KUA jadi menjadi UPT (Unit Pelayanan Teknis) maka biaya nikah akan digratiskan, namun hal ini masih dalam tahap pembahasan di pusat. He..he...

      Dan sekadar info saja untuk para sobat, bagi catin yang hendak menikah di KUA, namun tidak memiliki biaya, maka disarankan untuk membawa rekomendasi berupa Surat keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan, maka KUA tidak akan/tidak boleh memungut biaya se rupiah pun alias gratis. Ini sudah saya buktikan sendiri, saat mengantar beberapa pasangan catin yang tidak mampu di beberapa KUA di Cianjur.

      Sekian & terima kasih...

      Delete
    2. Oh Akang org Cianjur jg toh ? sim kuring ti BDG, tp mau menikah di Cianjur ? berarti tarifnya bisa lebih ditekan ya ? jk tahu scara detil ttg bbrp Peraturan Pemerintah tersebut ?

      Delete
    3. Sim kuring kawit mah ti Sukabumi, mun nikah sareng urang Cianjur sareng ayeuna linggih di Cianjur.

      Sapertos nu diterangkeun di luhur. Jika kita akan/sedang berurusan dengan birokrasi, maka saya sarankan untuk tenang, santai & jangan lupa untuk memberi kesan kalau kita adalah warga yang mengerti hukum alias bukan orang biasa (intelek, he..he…).

      Apalagi jika saat mengurus kita menyebutkan peraturan-peraturan yang mendasarinya, maka mereka tidak akan berani macam-macam sama kita. Nah, ini sudah sering saya buktikan. :)

      Ohya kalau boleh tahu menikahnya di kecamatan apa?
      He..he...

      Delete
    4. nikahnya di kecamatan Cianjur, Alhamdulillah di kota Cianjur sih...
      Sebenarnya yg bikin ribet dan pusing mah ngurus di kota BDG, krn udah bukan rahasia lagi, kota BDG paling panjang urusan birokrasinya, mau resmi atau tidak teh, sama waktunya, lama pisan... :(

      Delete
    5. Sebenarnya sih sama saja sob, saya pun pernah beberapakali menemani saudara di Bandung yang mengurus surat N. Apalagi Bandung itu lebih dekat dengan kanwil kemenag, maka KUA-nya juga lebih waspada & takut kalau kita mengerti hukum, takut dilaporkan. He..he...
      Btw, kalau tidak salah kepala KUA kec. Cianjur itu namanya Wawan Gunawan sob.
      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  4. sakali deui Hatur nuhun lur, atas informasinya yg sangat berharga sekali, smg share informasi ini bermanfaat bg rekan2 sekalian yang mau menikah nantinya. SUKSES lur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sawangsulna lur...
      Amien...
      Sakali deui sim kuring ngiring bingah sareng mugi kawujud keluarga anu sakinah, mawadah, warohmah. Amien...

      Delete
    2. Kang, apa pendaftaran ke KUA Cianjur mesti berdua ? trus emgnya ada berkas yg mesti ditanda tangani oleh CPP ? sbg pengalaman teman2 saya, Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas dan imunisasi (TT1, TT2, dll)itu hanya berlaku untuk CPW, apa CPP itu wajib melakukan pemeriksaan kesehatan jg ?
      Insya ALLAH NA dari KUA BDG Batununggal udah selesai,

      Delete
    3. - Tergantung, kalau lewat amil sih tidak perlu, nanti amil yang membawa berkas yang harus kita tandatangani. mungkin CPP datang saat penataran Nikah.
      Tapi kalau saya sih dulu mengurus sendiri, jadi kami berdua yang menghadap ke KUA.
      - Yap, selain form pendaftaran juga N3 ditandatangani kedua mempelai.
      - Yang wajib diimunisasi memang CPW, namun disarankan keduanya (Protap Nikah Kemenag)
      - Alhamdulillaah.. tidak sulit kan? He..he...

      Delete
    4. Kang, minta dshare aja, total biaya di KUA jd brp yg harus Andri bayarkan di kota Cianjur ? Soalnya mau ngurus sendiri gak pake jasa amil
      Sekalian minta no contactnya Akang biar jk ada apa2 dan minta info lbh gampang dan mudah, via email aja ya : elang.biru19@gmail.com

      Delete
    5. Kan sudah saya sampaikan di atas,
      tarif resmi menikah Tarif Nikah Rp. 30.000 + Konsultasi perkawinan BP4 Rp. 15.000 + Transportasi penghulu Rp. 50.000 kalau nikah di luar kantor/KUA = Rp. 95.000 (PP No. 51 tahun 2000, PP No. 47 tahun 2004, Permenag No. 9 tahun 2005/Permenag No. 21 tahun 2005)
      Tapi karena merasa kasihan akhirnya saya sepakati dengan biaya Rp. 200.000,-.
      Tidak dibaca ya? He..he...

      Untuk berkomunikasi, sobat bisa menghubungi saya di My FB, email saya di k2ichsan@gmail.com , atau bisa melalui daftar Contact...

      Delete
    6. nah itu yg jd masalahnya, kalo pake amil itu bisa nembus Rp. 550 ribu, berkaca pd pengalaman kakaknya CPW :( Makanya mngontak Akang krn butuh detail trutama biaya transportasi penghulu alias biaya kasihannya ??? Insya Allah Jumat ini Andri mau ke Cianjur tuk bereskan di KUA nya, mohon doa dan dukungannya :)

      Delete
    7. Sebenarnya dari biaya resmi yang 95.000 itu sudah ada ongkos penghulu (50.000), namun saya tambah menjadi 200.000 untuk bagi-bagi orang KUA plus amil. Jikalau pun mau memberi lagi cukup 50.000 setelah akad untuk tambahan ongkos penghulu. (total jadi 250.000)
      Sebenarnya tugas amil hanya mendata saja, sedangkan seluruh prosedur & surat nikah itu ada di KUA.

      Delete
  5. wah Kang,terima kasih atas tulisannya..sangat mebantu,.sama dag dig dug nya euy..awal november ini insyaallah mau nikah dan masih blank buat ngurus surat2 nya :D
    Kang,mau tanya..apakah harus 10 hari sebelum menikah?atau bisa 1bulan sebelumnya? Nuhun Kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama sob. Ternyata banyak juga sobat yang berencana menikah di bulan November ya. He..he...

      Kalau untuk pengurusan surat-surat itu bisa dilakukan jauh sebelumnya. Bisa 1 bulan atau lebih sebelum hari H. Dan justru lebih bagus agar leluasa menentukan tanggal & waktu, karena tidak jarang ada beberapa akad pernikahan yang diselenggarakan di hari & waktu yang sama (lebih dulu lebih baik). Yang sepuluh hari itu adalah:
      - pelaksanaan penataran Pola 5 Jam Catin memanfaatkan waktu 10 (sepuluh) hari kerja sebelum hari H 7 penatarannya pun tidak selama 10 hari, bisa 1 hari atau 2 hari yang penting 5 jam
      - pemasangan pengumuman hendak nikah di kantor KUA selama 10 hari

      Ohya, saya turut bahagia atas rencana penikahan sobat & semoga kelak terwujud keluarga yang sakinah, mawadah & warohmah. Amien...
      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  6. Ass.wr.wb kang nia mau nanya kang biar lebih kuat hukumnya...seandainya kita bersih kukuh menggunakan biaya yang tercantum dan semestinya pada PP..namun pihak KUA mendebat masalah itu dengan berbagai alasan..kita klo melaporkan kecurangan tersebut harus kemana ya kang...biar adil,jelas,n benar2 berguna PP trsbt bagi rakyat..maksih kang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam wr. wb.

      Tidak sulit sob, biasanya kalau kita tahu hukum, mereka takut & lebih berhati-hati. Tapi kalau tetap ngeyel, sobat bisa melaporkannya ke atasannya langsung > Kasi Urais (Bimas Islam) & Kepala Kemenag Kabupaten/Kota KUA itu berada atau yang lebih atas lagi yaitu Itjen Kemenag RI (hukumannya bisa penurunan pangkat, bahkan bisa sampai dipecat) atau yang paling ditakuti oleh aparat nakal yaitu Media massa.

      Tapi berdasarkan pengalaman, kalau kita mengurus langsung (tanpa calo atau amil) mereka lebih welcome & bersedia menjelaskan apa adanya seperti yang tertera di kwitansi resmi serta tambahanan serelanya. He..he...

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  7. Pak rencana saya juga mau nikah bulan depan, maslahnya biaya yang saya dengar persisi seperty yang bapak jelaskan (500 rb), langkah apa yang harus saya ambil ketika saya akan mengurus sendiri??? sebenarnya saya juga iklhas kalo seandainya mereka jujur, tapi masalahnya ini pengkhianatan terhadap rakyat yang dianggap tidak tahu hukum. meski kadang yang nikah golongan mampu, kan kalo gak segera diberantas bisa jadi sebuah kebiasaan yang keliru dan kasihan juga jika mau nikah tapi kantong pas2 an. Mohon bimbingannya pak, semoga Alloh SWT membalasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya saya ucapkan selamat atas niat & rencana sobat untuk menikah bulan depan.

      Oleh karena itu saya memposting artikel ini, semoga saja bisa mencerahkan masalah yang seringkali gelap, khususnya bagi saudara muslim yang berniat untuk mengurus pernikahan, namun tidak mengerti hukum & khususnya lagi saudara kita yang tidak mampu.

      Jika ingin mengurus sendiri, langkah-langkahnya persis yang saya sampaikan di atas, jika berkas sudah lengkap (Model N, dll) sobat bersama calon istri tinggal mendatangi KUA setempat untuk mendaftarkan rencana pernikahan sobat. Saya yakin jika sobat datang sendiri mereka (KUA) akan lebih respek, karena dianggap kita adalah catin yang taat & mengerti hukum.

      Berdasarkan hasil penelusuran pribadi, seringkali biaya menikah menjadi mahal karena ada campurtangan pihak ketiga yang pada hal ini adalah petugas P3N (amil).

      Dan baru saja saya menerima email dari x1 sobat yang mebaca postingan ini & mengurus sendiri ke KUA. Karena ybs mengurus sendiri, maka KUA mengenakan biaya Rp.300.000 (all in) & mendapat jadwal pertama (hari/tanggal/jam sesuai keinginan catin). Bayangkan bila melalui amil Rp.500.000,- berarti amil mengambil keuntungan sebesar Rp.200.000,- untuk dia sendiri. Sedangkan yang Rp.270.000,- dibagi-bagi untuk semua orang yang ada di KUA.

      Dan sebenarnya sobat tersebut masih bisa nego, namun mungkin ybs enggan. Karena bagi beliau itu sudah termasuk murah, dibandingkan calon kakak iparnya dulu saat menikah dikenakan Rp.500.000,-

      Sekali lagi saya sampaikan uang yang masuk ke kas negara hanya Rp.30.000,- (PP 47 Tahun 2004) selain itu tidak masuk ke kas negara. Jadi pintar-pintarlah kita menawar.

      Jika ada petugas KUA yang nakal sobat bisa melaporkannya ke atasannya langsung yaitu Kasi Urais (Bimas Islam) & Kepala Kemenag Kab/Kota dimana KUA itu berada atau Itjen Kemenag RI (hukumannya bisa penurunan pangkat, bahkan bisa sampai dipecat) atau pihak lain yaitu Media massa.

      Saya yakin mereka akan segera bertindak, bahkan 3 bulan lalu ada PNS kemenag Cianjur yang sudah diberhentikan secara tidak hormat (dipecat) oleh pusat.

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  8. Subhanallah msh ada orang yg mau berbagi dengan detil kyk gini, semoga di mudahkan hidup'y oleh Allah SWT...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amien...
      Syukron atas atensinya sob...

      Delete
  9. terima kasih banyak Kang informasinya sangat membantu sekali, kebetulan saya lagi mau urus surat ke kua, untung ktemu blog kang ichsan

    ReplyDelete
  10. terima kasih pak infonya sangat bermanfaat bagi ummat, bapak sangat layak mendapatkan pujian, doa dan pahala. amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Afwan wa syukron kadzaalik
      Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan ALLAH SWT...
      Amien...

      Delete
  11. hatur nuhun pisan info na kang..
    saya sempet bingung kalo mau urus ke KUA, tapi setelah baca artikel ini saya jadi lebih tau tentang prosedur dan tips nya,,hehe
    keep on sharing
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sawangsulna...
      Alhamdulillaah... Mugi mangpaat kanggo sadayana.
      Amien...

      Delete
  12. kang ichsan tanya donk. itu surat n1-6 itu setiap kelurahan sama tidak?
    saya mau menikahnya di gereja di hari minggu apakah bisa kalau tidak menggunakan biro jasa petugas KUA datang pas hari minggu? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada prinsipnya sama sob, mungkin kalimatnya yang berbeda.
      Gereja ya?
      Setahu saya untuk non muslim yang menikah di gereja, klenteng (vihara), dsb prosesnya ada di kantor catatan sipil & yang mengurusnya adalah langsung dari pihak gereja, klenteng (vihara), dsb sob...

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  13. kang kl ngurusnya mepet misalnya 7 hari sblm hari H ada pengalaman gak kang... thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kebetulan jadual pada hari H kosong sih tidak masalah sob, namun jika jadual pada (banyak yang bersamaan) sulit mengatur waktu.

      Jika menikahnya di kantor KUA, kapan pun bisa asalkan pada hari kerja.
      Jika pelaksanaan di rumah/luar kantor (KUA) sebaiknya langsung mendaftar ke KUA dulu & tentukan waktu hari H, katakan saja kalau berkas menyusul sekitar 2 atau 3 hari lagi (dalam proses).

      Waktu pengurusan surat-surat 1 hari bisa selesai, asalkan pejabat yang menandatanganinya ada di tempat. (eg. RT, Kades/Lurah, Kepala KUA, dsb.)

      Semoga bermanfaat...

      Delete
    2. udah td kang dah beres tadi awalnya berbelit-belit tp pas ane minta kebijaksanaan akhirnya bisa soalnya hari H dah kurang dari 6 hari.niatnya nikahnya di luar kua/gedung akhirnya karena dia tau ane butuh bgt plus waktu dah mepet akhirnya dia minta duit gede 2 kali lipat katanya awalnya dia minta 2 jt trus ane tawar deal di angka 1,5jt tentu blum transport dia ama amplop untuk 2 orang pas hari H.tp gmn lg.pengalaman neh buat yg laen jgn kyk ane ngurusnya mepet jd biayanya yg mustinya paling 500rb menjadi 1,5 jt.berkas yg kurang kyk foto 2x3 4 lembar bisa nyusul.

      Delete
    3. Semoga pengalaman sobat menjadi ibroh bagi sobat lainnya. Amien...
      Sekadar masukkan, untuk biaya transportasi dalam kota half day) tidak lebih dari Rp50.000,-. Sedangkan amplop tidak ada aturannnya sob, bahkan dilarang oleh Kemenag RI karena memang sudah tugas mereka & mereka telah digaji oleh rakyat.

      Semoga bermanfaat...

      Delete
  14. Assallamuallaikum wr.wb....
    Dulu saya nikah siri tahun 2004..dan sebelum sempat ngurus surat nikah...jodoh kami hnya sebentar..suami menceraikan saya via tlp..krna wktu itu saya tugas d luar daerah...dan mengabari keluarga kalau saya sudah d ceraikan..


    Pertanyaan saya....?

    Sekarang saya sudah menemukan calon suami....apakah saya bisa nikah dan mendapatkan surat NA dr KUA...karna status perkawinan saya cerai tetapi nikah siri...
    Syukroon atas jawabannta Akhi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nikah Sirri
      >> Pernikahan yang hanya memenuhi prosedur keagamaan , namun tidak tercatat/diakui oleh negara seperti yang diatur dalam UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan.

      Contoh :
      Islam >> Memenuhi syarat & rukun nikah secara Islam → namun tidak didaftarkan di KUA
      Kristen/Katolik >> Memenuhi syarat menikah secara kristen/katolik, menikah di gereja & pemberkatan oleh pendeta/pastor → namun tidak didaftarkan di catatan sipil
      Buddha >> Memenuhi syarat menikah secara Buddha di vihara → namun tidak didaftarkan di catatan sipil

      apakah saya bisa nikah dan mendapatkan surat NA dr KUA?
      Bisa, karena memang secara otomatis pernikahan sobat terdahulu tidak tercatat di dokumen negara a.k.a. tidak diakui oleh negara a.k.a. dianggap tidak pernah terjadi pernikahan

      Afwan wa syukron kadzaalik yaa ukhtii...
      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  15. Alhamdulillah.......
    Sangat bermanfaat akhi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhmadulillaah...
      Semoga sukses yaa ukhtii...

      Delete
  16. kang mau tanya nih cara menyikapi petugas KUA yang berbelit belit dan tidak mau melayani masyarakatnya kalau tidak melaului p3n/amil itu gimana ya? maslahnya sampai sekarang persyaratan saya untuk numpang nikah yang udah lengkap dari desa di tolak oleh pihak KUA katanya harus melalui p3n dan nggak bisa di urus sendiri atas dasar kemanusiaan dan kekeluargaan kepala KUA tidak ingin berdebat dengan masyarakat dan ingin memanfaatkan tugas p3n di desa setempat, padahal menurut uu,pp dan pma nya juga sudah jelas bisa mengurus sendiri malah saya di dalili sama beliau menurut pp no 47 th 2004 pengurusan nikah wajib melalui p3n(pembodohan masyarakat sekali...) lalu saya bantah dan beliau sepertinya agak menciut lalu bilang itu saya tidak mau berdebat dan atas dasar kemanusiaan saya tidak bisa meninggalkan peran p3n . lalu saya ke p3n, p3n minta biaya 250 rebu (besar amat ya pikir saya) sampai sekarang saya masih bingung. kalau saya ingin mengadukan masalah tersebut mesti kemana ya kang?.mohon pencerahannya terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali sob,tidak ada 1 aturan pun yang mewajibkan kita untuk menggunakan jasa P3N. Bahkan di beberapa KUA di daerah saya, disarankan untuk mengurus sendiri loh...

      Tapi memang seringkali mereka menggunakan dalih kekeluargaan & kemanusiaan. Sungguh dalih yang tidak mendasar...
      Dan parahnya ybs menggunakan PP 47 Th 2004 ya?, padahal tidak ada satu pun pasal atau kata yang menyebutkan tentang P3N pada PP tersebut. Karena PP tersebut mengenai Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Yang Berlaku Pada Departemen Agama

      Adapun tentang P3N atau Pembantu Penghulu, disebutkan dalam KMA 477 Th 2004 tentang Pencatatan Nikah pada pasal 4 (2) >> "Untuk memudahkan layanan nikah dan rujuk 'bila diperlukan' dapat dilakukan oleh pembantu penghulu"
      Selanjutnya pada pasal lainnya justru mengenai langkah-langkah mengurus pencatatan nikah oleh kita sendiri sob...

      Mengadukan perilaku oknum pelayan masyarakat di KUA?
      tidak sulit sob, Sobat bisa melaporkannya ke...
      - Atasannya langsung → Kasi Urais (Bimas Islam) & Kepala Kemenag Kabupaten/Kota di mana KUA tersebut itu berada
      - Yang lebih atas lagi → Ditjen Bimas Islam & Itjen Kemenag RI (hukumannya bisa penurunan pangkat hingga pemecatan) atau,
      - Media massa (paling ditakuti oleh aparat nakal)

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  17. terimakasih sekali kang bantuannya..... lalu kalau untuk CPW yang akan numpang nikah apakah juga diperiksa walinya saat meminta surat numpang nikah karena si kepala KUA ini mewajibkan wali untuk datang dan tidak boleh digantikan oleh saksi keluarga terdekat ataupun tetangga karena kebetulan wali saya berada di propinsi yang berbeda dan jauh. ketika saya berbincang dengan staf hanya meminta saksi saja tidak harus walinya. saya berbincang dengan p3n berbeda lagi masalah wali nanti minta surat keterangan saja dari desa tempat walinya dan tidak mengatakan ada pemeriksaan atau semacamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mewajibkan wali untuk datang dan tidak boleh digantikan?
      Kan sudah ada N4 (Surat Keterangan Tentang Orang Tua) & N5 (Surat Persetujuan Orang Tua) dari desa/kelurahan & N5 ditandatangani oleh ortu sob...

      Sewaktu mengurus pendaftaran nikah pun ke KUA dulu saya datang bersama calon istri (hanya berdua) tidak dengan ortu/wali-nya, karena memang berkas N sudah lengkap, jadi tidak ada masalah...

      Yang dikatakan sebagai Pemeriksaan Nikah pada KMA 477 Th 2004 Pasal 7 adalah Pemeriksaan Berkas bukannya orang...
      Untuk lebih jelasnya sobat bisa mengunduh & membaca KMA 477 Th 2004 tentang Pencatatan Nikah

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  18. klo formulir pernikahannya gmna pak ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk berkas/dokumen yang diperlukan untuk pengurusan Surat Nikah (NA) ada di postingan di atas, bisa sobat download langsung...
      Lalu kita mendaftarkan di KUA pada Tempat Pendaftaran
      Biasanya ditangani oleh seorang pegawai yang merangkap sebagai Bendahara dengan tugas:
      - Menerima Pendaftaran
      - Menerima Persyaratan Pernikahan untuk diverifikasi oleh Penghulu

      Delete
  19. lalu untuk pasal 9 nya itu bagaimana kang "apabila calon suami atau wali nikah bertempat tinggal di luar wilayah KUA kecamatan dan tidak dapat hadir untuk diperiksa, maka pemeriksaannya dilakukan oleh penghulu atau pembantu penghulu setempat". berarti orangnya kan tetap diperiksa tapi di KUA setempat dimana wali itu tinggal.....benar begitu atau bagaimana kang mohon penjelasannya karena saya masih belum begitu jelas.terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada prinsipnya yang diperiksa adalah kelengkapan administrasi/berkas sob. Seperti yang disebut dalam pasal 7 (2) "Dalam melakukan pemeriksaan nikah diperlukan penelitian terhadap" >> yang isinya merupakan berkas N...

      Jika berkas N sudah lengkap, maka tidak ada masalah. Jika berkas/syarat pada pasal 7 tidak lengkap, maka baru ke pasal 9 >> lihat pasal 9 (3) "... dan atau belum dipenuhinya persyaratan/ketentuan tersebut dalam pasal 7".

      Sama halnya pemeriksaan sensus penduduk, yang diperiksa itu adalah KK/KTP lalu petugas menceklis di form yang tersedia.

      Delete
  20. kang pasal yang menyebutkan tentang pengangkatan pembantu penghulu dilakukan oleh KUA apakah sudah dihapuskan? tadi saya ke kemenag katanya pasal tersebut sudah dihapuskan dan dari kementrian agama sudah tikak mengeluarkan SK untuk pembantu penghulu. dari pihak urais juga mau mempertemukan saya dengan kepala KUA untuk mengklarifikasi antara pernyataan saya dengan pihak KUA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya kurang tahu sob...
      Yang saya tahu itu di Pasal 3(1) KMA No.477 Tahun 2004 disebutkan "Di setiap desa/kelurahan seluruh Indonesia dapat diadakan Pembantu Penghulu"
      >> Tidak harus ada...

      Yang mengangkatnya pun bukan KUA, KUA hanya merekomendasikan lalu diusulkan oleh Kasi Urais kemudian ditetapkan melalui SK Kepala Kemenag Kab/kota atas nama Kepala Kanwil Kemenag Provinsi. >> Pasal 3(2)

      Seingat saya, di daerah saya tidak ada pengangkatan baru untuk pembantu penghulu sejak tahun 2005 sob...

      Delete
  21. kang, aku mau nikah sama WNA apa harus ttp daftar berdua ke KUA? hatur nuhun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menikah dengan WNA ya sob?
      Biasanya disebut dengan istilah Pernikahan Campuran atau Pernikahan Lintas Negara

      Yap, langsung daftar ke KUA & syarat-syaratnya yaitu:
      - Surat ijin dapat menikah & akan menikah dengan WNI di Indonesia >> dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Negara ybs di Jakarta
      - Surat Keterangan tidak sedang status kawin/akta cerai bila sudah pernah kawin/akta kematian bila istri/suami meninggal
      - Fotocopy paspor dengan menunjukkan aslinya/dilegalisir oleh pejabat yang berwenang
      - Fotocopy visa dengan menunjukkan aslinya/dilegalisir oleh pejabat yang berwenang

      (Pasal 57 UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan)

      Ohya, jika menggunakan jasa P3N (amil) maka calon pengantin tidak perlu datang ke KUA, karena nanti petugas tersebut yang mendatangi kita & yang mengurus berkas N-nya sob...

      Sawangsulna & mugi mangpaat…

      Delete
  22. over all bagus....tapi tolong diperiksa kembali yg berkaitan dengan KMA No. 477/2004 karena KMA ini sudah dihapus dan diganti dengan PMA No. 11 Tahun 2007

    ReplyDelete
  23. haturnuhun pak info and file-nya,insyaallah saya jadi tetangga bapak sebentar lagi. poostingan anda sangat bermnfaaat, jazakumullah khoirol jaza.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sawangsulna sob...
      Wah, memang kin linggih di mana kitu? :)
      Afwan wa Jazaakumullaah bi Ahsaanil Jazaa...

      Delete
  24. asslamualakum kang,saya mau nanya nih,benarkah pada hari sabtu dan minggu petugas KUA tidak bisa dihadirkan dalam acara pernikahan untuk mencatat pernikahan??dan kata petugasnya mereka hanya bisa pada hari kerja aja..memang sudah ada peraturannya tidak bisa melaksanakan pernikahan pada hari sabtu dan minggu??klo ada PP tahun brpa??hatur nuhun kang infonya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam wr. wb.

      Sedekat yang saya tahu, tidak ada PP yang mengatur hal tersebut...

      Namun baru-baru ini memang ada himbauan dari Sekjen Kemenag RI yang meminta Minta Umat Islam Nikah di KUA seperti yang diberitakan pada situs resmi Kemenag RI, namun itu pun hanya berupa himbauan bukan aturan seperti KMA (keputusan Menteri Agama) atau PMA (Peraturan menteri Agama) sob...

      Delete
  25. Trimakasih Informasinyaa Kang...Semoga Ilmunya Berkahh.aaminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama & salam berbagi sob...
      Amien yaa Robbal 'aalamien...

      Delete
  26. Assalamualaikum mas Ichsan.. infonya sangat membantu nih buat yang mau nikah seperti saya hehehe,, sungguh ilmu yg bermanfaat

    saya mau tanya. tahun ini rencana mau nikah di Jakarta, tapi CPW dulu dia Katholik. kami sepakat menikah di KUA. Apa nanti agama KTP harus ganti jadi Islam dulu ya? baru bisa ngurus pernikahan d KUA?

    sebelumnya matur nuwun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam wr. wb.
      Cukup surat keterangan masuk Islam atau sertifikat syahadah dari pengurus/orang yang menuntun ybs syahadatain saat masuk Islam (KUA atau DKM atau Ponpes atau BPM atau MUI)

      Sami-sami & semoga bermanfaat...

      Delete
  27. Terima kasih banyak, bermanfaat banget. saya ga tau harus cari dimana persyaratan nikah, jadi saya guugling dan mampir dsini, soalnya insya4JJ Awal April nanti saya akan menikah.

    yang saya mau tanya, untuk biaya di KUA tempat menikah

    " Awalnya petugas KUA meminta biaya Rp. 500.000, namun saya katakan bahwa “saya tahu betul kalau tarif resmi menikah itu hanya Rp. 95.000, Tarif Nikah Rp. 30.000 + Konsultasi perkawinan BP4 Rp. 15.000 + Transportasi penghulu Rp. 50.000 kalau nikah di luar kantor/KUA” (PP No. 51 tahun 2000, PP No. 47 tahun 2004, Permenag No. 9 tahun 2005/Permenag No. 21 tahun 2005).

    nah, sekarang kan tahun 2013, apa ada kenaikan atau masih tetap, buat jadi pegangan saya ketika ada tawar menawar nantinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih sama...
      Bahkan, kalau menikah di KUA, biayanya hanya Rp30.000,- tidak boleh lebih. Sesuai dengan Surat Edaran Irjen Kemenag RI No.IJ/1261/2012 yang menyebutkan "Biaya Nikah yang nilai uangnya di atas Rp. 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) adalah gratifikasi"

      Delete
  28. wah , serasa dapet pencerahan setelah liat artikel ini . makasih banyak buat info nya . bener2 bermanfaat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhmadulillaah...
      Sama-sama & salam berbagi sob...

      Delete
  29. SAYA MAU TANYA
    CARA MENGURUS SURAT DEKOMPENSASI NIKAH ITU BAGAIMANA?
    PIHAK KUA MINTA SURAT ITU, SAYA KURANG MENGERTI DENGAN SURAT ITU
    MOHON BANTUANNYA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf saya baru mendengar istilah & persyaratan tentang "SURAT DEKOMPENSASI NIKAH".
      Kalau bisa, tanyakan pada petugas tersebut apa maksud dari SURAT DEKOMPENSASI NIKAH dan apa hal tersebut diwajibkan, lalu apa dasar hukumnya?
      Karena sepengatahuan saya pengertian dari dekompensasi (Decompensated) adalah Kegagalan fungsi suatu organ tubuh

      Sekian & terima kasih...

      Delete
  30. Assalamualaikum,

    Pak, saya Syarippudin dari bandung tepatnya kecamatan soreang,
    Insya ALLAH saya ada rencana menikah 7 april 2013 nanti, dan untuk pengurusan surat NA dan surat rekomendasi nikah dari KUA kecamatan soreang sudah beres. Alhamdulillah dari tahap RT, Desa (Desa Sukajadi) sampai KUA (Kecamatan Soreang) tidak dikenakan biaya sepeserpun.
    Tapi, saya ingin mengadukan masalah saya, untuk di desa calon istri saya, yaitu DESA PANANJUNG KECAMATAN CANGKUANG KABUPATEN BANDUNG, justru aparat Pegawai DESA-nya yang NGOTOT, minta uang sebesar 600.000 rupiah. Padahal KUA setempat mengenakan biaya sesuai peraturan yaitu 30.000. Tapi tetap saja pihak DESA PANANJUNG tidak mau memberikan tanda tangan pada surat NA, padahal surat NA nya dibuat sendiri.

    Mohon Infonya sobat semua kepada siapa saya bisa mengadukan masalah ini,

    Terima kasih,

    Wassalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.

      Turut bahagia atas rencana sobat untuk menikah kelak. Semoga terwujud keluarga yang sakinah, mawadah warohmah. Amien...

      Jujur, saya sangat kaget membacanya kalau pihak Desa minta uang sebesar 600.000 rupiah untuk penandatanganan NA.

      Jika pelanggaran atas diduganya pemerasan dengan tarif yang tidak wajar, pelanggaran hukum atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum aparat desa, sobat bisa mengadukan/melaporkannya ke Camat atau pihak yang berwajib (kepolisian) atau yang lebih efektif yaitu kepada media masa (wartawan). Saya yakin mereka akan ketakutan sob...

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Wassalaam...

      Delete
  31. Terima kasih atas tanggapannya Pak,

    Atas perlakuan aparat di desa tersebut saya sudah adukan ke kepala Desanya langsung secara blak-blakan. Saya datang ke rumah kepala desa tersebut, dan kebetulan aparat yang meminta uang 600.000 itu pun ada. Alhamdulillah Kepala Desa menanggapi dan menjelaskan bahwa dalam proses pernikahan, Pihak Lurah/Kepala Desa tidak meminta dana sepeserpun dari calon pengantin, namun untuk pengurusan NA memang ada biaya administrasinya tapi itupun se-ikhlasnya.

    Saran saya, jika sobat2 semua ingin mengurus NA di desa, kalau pegawai desanya neko-neko mending langsung menghadap kepala desa-nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah jika sudah selesai & alhamdulillaah juga antara kades & anak buahnya tidak setali mata uang ya sob. He..he...
      Btw, syukron atas sharing info & pengalamannya. Semoga bermanfaat bagi sobat lainnya. Amien...

      Delete
  32. Terima kasih Share nya.. Semoga aparatur pemerintah pada jujur

    ReplyDelete
  33. Matur nuwun kang informasinya.,.,sangat membantu (^_^)

    ReplyDelete
  34. assalmualaikum, saya di bandung dan insya allah nanti nikah di bulan mei tp akad nikahnya di laksanakan di bangka belitung,nah yag mau saya tanyakan, surat-surat apa saja yg saya harus saya urus.untuk di bawa ke bangka.,pa kah ini di kenakan biaya dari KUA nya. makasih di tunggu jawabanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menikah di KUA, biayanya hanya Rp30.000,- tidak boleh lebih. Sesuai dengan Surat Edaran Irjen Kemenag RI No.IJ/1261/2012 yang menyebutkan "Biaya Nikah yang nilai uangnya di atas Rp. 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) adalah gratifikasi"

      Delete
  35. Terima kasih atas informasi yang sangat berharga ini. Informasi ini pasti sangat menolong bagi para calon pasutri. Banyak praktik pungli terjadi karena ketidak tahuan akan informasi ini. Semoga dengan membaca artikel ini semua calon pasutri tidak tersesat dalam mengurus pernikahan mereka. Amiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amien.. Yaa Robbal 'Aalamien...
      Btw, Syulron atas kunjungannya sob...

      Delete
  36. Assalamualaikum.. Salam kenal Kang Ichsan ^^
    sebelum'y sya terima kasih sekali dgn tulisan di blog ini,,benar2 sangat informatif & bermanfaat banget lho,, InsyaAllah Saya & Calon Suami akan melangsungkan akad nikah kami di akhir Juni nanti ^_^
    kebetulan posisi sya nanti nikah di KUA yg tdk sesuai alamat KTP (KTP Jakarta Barat) sedangkan tinggal skrang di Sepatan-Tangerang. jadi sya harus mengurus surat Numpang Nikah deh, kami mau jalan utk urus sendiri sih mnggu ini, mdh2an diberikan kelancaran ya..aamiin
    kemarin kami sempat berbicara dgn pak RW ditempat tinggal sya yg skrang (Sepatan-Tangerang), ada kami tnya kira2 brpa habis biaya utk Nikah di KUA (Sepatan) nanti,, lalu dia bilang kira2 habis 900rb-an,, kami agak kaget juga denger'y,, sya tnya apa hrga sgtu utk penghulu datang ke rumah ya pak,, dia jwb enggak,,kalo dtg ke rumah beda lagi,, hadueeh mahal sekalii >.<"
    yg sya mau tnya nih mas,, berarti yg dibilang pak RW itu adalah "Gratifikasi" ya kang?? kalo mnta data di tempat alamat sya tinggal,, apa mesti ke pak RW juga ya?? apa ke pak RT saja ga cukup??
    setelah data2 dari alamat asal sya & calon suami komplit,, apa lsg ke KUA Sepatan atau mesti lapor lagi di Rt/RW/Kelurahan lagi di domisili sya tnggal sekarang (Sepatan)
    #Mohon Informasinya ya kang.. hatur nuhun nih,, wassalam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam wr. wb.. yaa ukhti...

      Langsung saja sob, setelah data/berkas dari alamat asal sobat & calon suami komplit, yang perlu sobat lakukan selanjutnya adalah ke KUA setempat (asal) untuk Mengurus Surat Rekomendasi Pindah Nikah ke tempat lain (tujuan). Beberapa dokumen yang diperlukan antara lain:
      1. Fotocopy KTP sobat (buat jaga-jaga bawa juga Fotocopy KTP CPP)
      2. Fotocopy KK
      3. Surat pengantar dari Kelurahan/Desa (N1,N2 dan N4)
      4. Pas Photo Berwarna ukuran 2x3 & 3x4 masing-masing 2 lembar
      5. Biaya Adminitrasi ± Rp15.000,- (sebetulnya sih gratis)

      Nah setelah sobat mendapatkan Surat Rekomendasi untuk Pindah Nikah di tempat lain dari KUA asal, kemudian sobat langsung saja datang ke KUA tujuan sobat (yang sekarang [KUA Sepatan]) untuk mengurus Surat Numpang Nikah, beberapa dokumen sobat perlukan untuk mengurus Surat Numpang Nikah, yaitu:
      1. Surat Rekomendasi Pindah Nikah dari KUA asal (yang telah sobat urus)
      2. Fotocopy KTP anda berdua (CPW & CPP)
      3. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) CPW + CPP
      4. Pas Photo Berwarna ukuran 2x3 & 3x4 (untuk jaga-jaga masing-masing 4 lembar)
      5. Fotocopy Ijazah Terakhir CPW + CPP
      6. Fotocopy Akta Lahir CPW + CPP
      7. Biaya Pendaftaran Nikah Rp30.000,-

      Sekian & semoga bermanfaat sob...

      Delete
    2. mau tanya kang ... itu Fotocopy ijazah terakhir emang wajib yaks ??
      nah seandainya nda ada ijazah gimana ?? misal memang org tersebut ga pernah sekolah atau ijazah nya hilang karena bencana atw yang lainnya gimana ??

      Delete
    3. Tidak Wajib sob...
      “Fotokopi Akte Kelahiran/Ijazah terakhir” hanya untuk dasar verifikasi data pribadi sob...

      Delete
    4. owh gitu yah ... makasih kang atas infonya :D

      Delete
  37. Assalamualaikum akhi,

    Nama saya Dwi Norma,
    Saya mau bertanya, 1 bulan lagi sy akan menikah, calon suami sy ini Duda sudah 3 tahun yang lalu, namun akta cerai baru diambil seminggu lalu, setelah ini kami ingin segera mengurus surat2 pernikahan seperti yang dijelaskan oleh akhi, namun yang menjadi kendala saat ini adalah bagaimana proses setelah mangambil akta cerai untuk bisa mengurus surat2 pernikahan berikutnya, apakah harus mengurus kartu keluarga dulu bagi calon suami saya dan perbaikan KTP dari "Kawin" menjadi "Duda" baru bisa mengurus ke pernikahan berikutnya? mohon pencerahannya..

    Terimakasih banyak sebelumnya..

    Wassalamualaikum..
    Dwi Norma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb. yaa Ukhtii...

      Langsung saja ya...
      apakah harus mengurus kartu keluarga dulu bagi calon suami saya dan perbaikan KTP dari "Kawin" menjadi "Duda" baru bisa mengurus ke pernikahan berikutnya?
      Jawabnya adalah
      Tidak perlu, karena informasi yang ada di KK & KTP sudah tercover oleh Akta Cerai, lagipula jika telah menikah dengan sobat KK-nya pun akan diganti/berubah & status di KTP akan kembali sama yaitu "Kawin".

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  38. ASSALAMUALAIKUM...... Salam kenal&salam silaturahmi kang. Saya adi,saya mau tanya kang. INSYA ALLAH bulan juni saya akan nikah. Trus apa bisa saya mengurus semua persyaratan'y dibulan mei/sebulan sebelum hari ''H''? Trus paling lambat berapa hari surat2/persyaratan tsb harus selesai sblum hari ''H''?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb...
      Salam kenal & salam silaturahmi juga sob Adi...

      Langsung saja ya...
      apa bisa saya mengurus semua persyaratan'y dibulan mei/sebulan sebelum hari "H"?
      Sangat bisa, Jika seluruh persyaratan lengkap & para pejabat yang menandatangani berkas kebetulan ada, maka 1 (satu) hari pun selesai sob...
      paling lambat berapa hari surat2/persyaratan tsb harus selesai sblum hari "H"
      10 (sepuluh) hari sebelum hari H, namun makin jauh jarak waktu dengan hari H, maka akan lebih baik sob...

      Sekian & semoga bermanfaat...

      Delete
  39. Assalamualaikum

    kang saya mao tanya tuk suscantin (kursus calon pengantin) tu sebenarnya ada biaya-biaya nya ga sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.
      Tidak ada sob, namun biasanya diminta untuk infak sekadarnya (sekitar Rp15.000,-)

      Delete
  40. Assalamualaikum bang ichsan...tulisan abang membantu banget ane jadi ngerti dan punya kuda2 kalo2 ada oknum2 nakal...Insya Alloh tgl 29 bulan juni ini ane nikah..ni lagi ngurus2 surat2 nya..sekali lagi makasih bang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.
      Alhamdulillaah, jika postingan ini bisa memberikan pencerahan bagi para sobat sekalian...

      Btw, saya turut bahagia atas rencana penikahan sobat & semoga kelak terwujud keluarga yang sakinah, mawadah & warohmah. Amien...

      Sekian & Salam Berbagi sob...

      Delete
  41. assalamualaikum, akh saya insyaallah akan menikah pada bulan september tahun ini,dan postingan akhi sangat bermanfaat tentunya tapi masih ada hal2 yg saya bingung untuk urusan ke KUA nanti karena saya sendiri yang mengurus, calon suami bekerja diluar pulau

    “saya tahu betul kalau tarif resmi menikah itu hanya Rp. 95.000, Tarif Nikah Rp. 30.000 + Konsultasi perkawinan BP4 Rp. 15.000 + Transportasi penghulu Rp. 50.000 kalau nikah di luar kantor/KUA”

    pada kalimat akhi yang bilang konsultasi perkawinan BP4 itu landasannya peraturannya apa? kok saya ga menemukan dari file2 yang sudah saya download dr blog akhi.
    dan transportasi penghulu itu apakah juga ada peraturannya? mohon di jelaskan agar saya lebih paham.
    jazakallah khoir katsiran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada, bahkan sekarang dilarang memungut lebih dari Rp30.000,- sob...
      Transportasi hanya berdasarkan biaya perjalanan dinas halfday dalam kota saat itu...
      Namun sebelum diadakan pernikahan, diadakan penataran untuk catin oleh Penghulu (KMA 477 Tahun 2004 pasal 18 [3])

      Delete
  42. asalamualaikum kang ichsan

    kang saya mau naros, klw surat persetujuan orang tua wajib kang atw tidak ?

    sama apakah tiasa diwakilakan pengurusan di KUA na>> berhubung ayeuna abi damelna dikalimantan,,,,nikahna di Tasik Malaya..

    Hatur Nuhun kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.

      N5 (Surat Persetujuan Orang Tua) untuk wanita merupakan x1 syarat dokumen untuk pernikahan.
      Pengurusan surat bisa dilakukan oleh amil (biaya biasanya lebih mahal) atau diwakilkan oleh pihak keluarga (ada surat kuasa)

      Sami-sami kang...

      Delete
  43. Assalamualaikum kang ichsan

    Saya rncana mau nikah bulan agustus skrg.
    Mau tanya, biaya2 yg akang sebutkan tadi itu utk pngurusan di KUA Calon pngantin wanita?
    Kalo di KUA kecamatan dmn saya tinggal ada biaya2 kya gtu ga? Soalnya kami beda kecamatan.

    Haturnuhun blsnna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.
      Kalau Biaya pengurusan (berdasarkan pengalaman) itu jelas pengalaman saya pribadi sob...
      Untuk biaya pengurusan surat, itu tergantung Desa/Kelurahan di mana kita tinggal. Sedangkan untuk biaya nikah sama untuk seluruh Indonesia...

      Delete
  44. Assalamualaikum Kang..

    Mau tanya nih Kang. Kebetulan saya ini baru pindah ke Bandung dari Sukabumi karena pekerjaan. Nah pas di Bandung saya ngurus KTP sama KK. Begitu KTP sama KK nya sudah jadi, saya baru ngeh kalo ternyata data nya ada yg salah.

    Di KTP baru tempat lahir saya yang di Surat Nikah tertulis "Solo", di KTP sama KK yang baru ternyata jadi "Surakarta". Dan tahun lahir yg harus nya 1981 seperti di surat nikah, di KTP sama KK yang baru ternyata jadi 1980.

    Kira2 untuk menyesuaikan data tersebut bagaimana ya Kang?soal nya untuk ngerubah KTP sama KK sekarang ternyata susah banget prosedur nya. Mohon petunjuk nya ya Kang. Terima kasih

    Wassalam,
    Sriyanto

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.

      Jika terdapat perbedaan data di ID, biasanya untuk rujukan menggunakan Akta kelahiran atau Ijazah sob...

      Oleh karena itu di atas saya sampaikan >> Yang tidak kalah penting yaitu “Fotokopi Akte Kelahiran/Ijazah terakhir” sebagai dasar verifikasi data pribadi sob...

      Semoga membantu...
      Wassalaam...

      Delete
  45. kang..saya mau tanya...apa bisa nikah 2hari setelah pengurusan berkasx selesai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung jadwal penghulunya kosong atau tidak sob...

      Delete
  46. Assalamualaikum wr wb
    saya fanar laki2 berumur 24 tahun. begini saya sudah mendaftar di KUA sejak Juni 2013 kemarin. Tapi ada masalah karena orang tua (kandung) saya kurang setuju dengan keputusan saya untuk menikah. Apakah saya bisa menikah tanpa izin orang tua? setahu saya di UU pernikahan tahun 1974 bab III, pasal 6 ayat 2 yang menerangkan bahwa orang yang belum berumur 21 tahun harus mendapat izin orang tua. Kalau dari pihak perempuan alhamdulillah tidak ada masalah.
    Mohon bantuannya. Jazakumullohkhoeronkatsiro...

    Wassalamualakum wr. wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.
      Langsung saja saya jawab >> Bisa sob... :)

      Delete
    2. Pak saya mau tanya.jangka waktu dalam mengurs surat NA berapa lama ya pak?

      Delete
    3. Maaf, baru login lagi bu...
      Langsung saja saya jawab ya..
      Jika petugas & pejabat yang berwenang untuk menandatanganinya ada, maka dalam hitungan jam sudah selesai bu...

      Delete
    4. gimana caranya menikah tanpa surat ijin dari orang tua ? masalahnya saya juga seperti itu
      orang tua tidak setuju karna berbeda agama dgn saya , tpi saya mau masuk agama calon suami saya (islam) , tlg bantuannya ,,

      Delete
  47. Assalamualikum ... salam sukses kang,

    mau tanya nih, saya lahir di Purwakarta 2012 kerja di Jambi, dan Insya Allah dapet Jodoh orang jambi, sekarang saya sudah ber KTP Jambi. pertanyaanya kalo jadi saya nikah sama orang Jambi ini apakah saya harus mengurus NA di Purwakarta atau tidak perlu ? trimkasih ..
    salam sukses...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Wr. Wb.
      Cukup diurus di tempat sobat tinggal sekarang (Jambi)...

      Delete
  48. Makasih informasinya, dulu pernah baca artikel ini dan saya print, tapi lupa simpan softcopy nya, akhirnya saya search lagi dg kata kunci : prosdur mengurus surat nikah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami-sami sob...
      Syukron, sobat sudah berkenan untuk berkunjung...

      Delete
  49. Info yang bermanfaat sekali karena InsyaAlloh akhir april ini kami akan menikah..sama mau tanya untuk fotonya harus background biru atau merah juga boleh???trimakasih

    ReplyDelete
  50. mau tanya nih... surat N1 N2 N4 yang dari kelurahan ada masa berlakunya ya? kemarin temen saya + calonnya udh ke kua tempat kami, dia datang lebih dari 3 bulan sebelum nikah. trus akhirnya surat2 mereka ditolak krn keawalan kata petugas kua, harus tepat 3 bulan padahal mereka keawalan cm 8 hari,,, masa harus urus surat lagi dari awal. Problemnya saya jg udh urus N1, N2 dan N4 lebih awal (lebih dari 3 bulan sbelum nikah) krn harus ngurus nikah kantor...skrg pun masih proses urus surat2 untuk nikah kantor. ada peraturannya gak sih yg jelas tentang masa berlaku N1, N2 dan N4 itu?

    ReplyDelete
  51. Ma'af mau tanya ni kak, jika ada kesalahan penulisan nama pada Surat Nikah ( tidak sesuai dengan KTP) bagaimana prosedur untuk mengurusnya dan kira-kira biayanya berapa?

    ReplyDelete
  52. Assalamualikum Pak,
    saya mau tanya, apakah saat saya urus numpang nikah di KUA bersangkutan. CPP harus ada bersama saya ke KUA tersebut. mengingat CPP bekerja di luar negeri, jadi saya harus urus semuanya sendir ..

    mohon pencerahannya pak ..
    thank you

    Btw, KUA yang saya maksud KUA Senen, Jakarta pusat

    ReplyDelete
  53. kenapa bikin NA di bandung kemaren harus 1jt :'(

    ReplyDelete
  54. Kang Ichsan, nyuhunkeun widi ngunduh dokumen, hatur nuhun saatosna (da atos ngunduhna oge :p)

    ReplyDelete