Tuesday, January 17, 2012

Materi III : Merumuskan Solusi Masalah

A.  MASALAH USAHA
1.   Kemampuan Pemecahan Masalah (Solusi) Usaha
Salah satu tanggungjawab terpenting para wirausahawan adalah memecahkan masalah secara ilmiah dalam bisnis. Para wirausahawan hendaknya dapat menganalisis dengan mengumpulkan data-data, mengolahnya, menganalisis, menginterpretasi dan menarik kesimpulan dari penganalisisan tersebut. Pemecahan masalah itu merupakan kegiatan yang amat penting di dalam usaha atau bisnis.
Pemecahan masalah dan cara penyelesaiannya dalam usaha atau bisnis, sebenarnya tidak begitu sukar jika seorang wirausaha sudah memiliki banyak pengalaman di dalam lingkungan usaha atau bisnisnya. Jika persoalan-persoalan sudah ditentukan dan semua informasi serta data-data masalah sudah dikumpulkan, seorang wirausaha harus mengidentifikasi semua cara pemecahan masalah yang dapat dilaksanakan. Seorang wirausaha harus memandang sebuah permasalahan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkan masalahnya. Jika kelompok karyawan perusahaan mengurangi jumlah pilihan masalannya, di sini wirausaha harus mempertimbangkan masalahnya, agar menjadi luas dan mendalam. Jika seorang wirausaha di dalam usaha atau bisnisnya meninjau lagi semua pemecahan masalah yang mungkin terdapat di dalam daftar, maka beberapa pemecahan itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya yang lainnya dapat dikesampingkan.
Di bawah ini dikemukakan kriteria jika seorang wirausaha ingin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkannya.
a.   Apakah ada masalah yang tidak dapat diselesaikan?
b.   Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik?
c.   Apakah pemecahan masalah dapat didasarkan teori, logika dan pengalaman?
d.   Apakah pemecahan masalah itu sudah logis?
e.   Apakah persoalan tambahan yang timbul dari hasil pemecahan masalah dapat diselesaikan dengan baik?
Adapun prosedur pemecahan masalah, dengan langkah langkahnya dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah sebagai berikut:
1.   Kenalilah persoalannya secara umum;
2.   Rumuskan persoalan dengan tepat dan benar;
3.   Identifikasikan persoalan utama yang ingin dipecahkan secara terkait;
4.   Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah.
5.   Tentukan teori dan pendekatan pemecahan masalahnya
6.   Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut.
7.   Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik.
8.   Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat.
Langkah berpikir secara ilmiah dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis, berorientasi pada tujuan, serta menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.   Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
b.   Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan.
c.   Menghimpun informasi relevan yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan.
d.   Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan.
e.   Mengolah fakta-fakta dengan pola berpikir tertentu, baik secara induktif maupun deduktif.
f.    Memilih alternatif yang dirasa paling tepat.
g.   Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat.
h.  Menemukan dan meyakini gagasan.
i.    Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan.
2.   Ciri-Ciri Permasalahan Usaha
Seorang wirausaha harus kreatif terutama dalam mengambil dan menetapkan permasalahan. Permasalahan yang dihadapi oleh para wirausaha, hendaknya berupa masalah-masalah actual dan menarik. Permasalahan hendaknya mengandung beberapa kemungkinan alternatif tindakan di antara beberapa alternatif pilihan dalam pemecahan masalah. Pemecahan seperti itu merupakan salah satu penerapan teori Dewey tentang berpikir reflektif. Menurut Dewey, seorang wirausaha yang berpikir reflektif itu hendaknya:
a.   Merasa bimbang, bingung, dan kesulitan.
b.   Merumuskan masalah yang ingin dipecahkan untuk mengatasi kebimbangan dan kebingungan tersebut.
c.   Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data faktual sebagai usaha menemukan cara pemecahan masalah, sehingga ketegangan atau kebimbangan dapat diatasi.
d.   Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan yang terbaik melalui penataran.
e.   Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta, atau bukti bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan yang tidak didukung oleh data yang valid.
Kondisi yang lebih luas dari seorang wirausaha diharuskan memperhatikan perkembangan otonomi daerah di mana berada, sehingga jangkauan permasalahan lebih luas (aspek makro) yang mempengaruhi penetapan masalah dan pemecahan masalah. Seperti adanya perubahan kebijakan kebijakan Pemerintah, perubahan moneter dan perubahan hubungan antar negara termasuk bencana-bencana alam yang mempengaruhi kegiatan pembangunan nasional.
3.   Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Usaha
Anda harus punya kepercayaan diri yang teguh dan yakin bahwa telah menetapkan pemecahan-pemecahan yang tepat. Pemecahan masalah tidak selamanya menempuh pola kerja pikir yang teratur dan tetap. Pengalaman tiap-tiap wirausaha di dalam memecahkan masalah yang sama, kadang-kadang berbeda-beda. Berikut ini dikemukakan langkah-langkah dalam pemecahan masalah, yakni:
a.   Menyadari dan memutuskan masalah.
b.   Mengkaji masalah dan merumuskan masalah.
c.   Mengumpulkan data-data.
d.   Analisis data
e.   Interpretasi dan verifikasi data.
f.    Pengambilan keputusan.
g.   Aplikasi kesimpulan.
B. SUMBER-SUMBER INFORMASI USAHA
1.   Syarat Sumber-Sumber Informasi
Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat, seorang wirausaha sangat membutuhkan sumber-sumber informasi bisnis yang lengkap dan akurat. Di samping harus lengkap, sumber-sumber informasi itu juga harus dapat dipercaya. Apabila sumber-sumber informasi itu datanya kurang lengkap, maka di dalam pengambilan keputusan dan kesimpulan, serta saran-saran yang akan dikemukakan kemungkinan kurang sempurna. Dalam dunia bisnis dan teknologi, informasi-informasi merupakan landasan untuk mengamati bentuk dan usaha atau bisnis pada masa mendatang. Dr. Alfred Osborne, Jr, Direktur Pusat Studi Kewirausahaan, di Universitas California, menegaskan bahwa informasi dan kebutuhan untuk menggunakan sumber-sumber
informasi dapat menciptakan peluang bisnis yang amat banyak.
Macam-macam informasi yang diperlukan.
Pada era globalisasi, separuh dari pekerja-pekerja di bidang jasa, akan bergerak dalam kegiatan mengumpulkan, menganalisis, menyimpan, dan menjual informasi-informasi bisnis. Adapun macam informasi yang diperlukan di antaranya sebagai berikut.
a.   Informasi Kuantitatif
Informasi kuantitatif berisi masukan nilai yang dapat dihitung, seperti masalah berat, jumlah, tekanan, dan sebagainya.
b.   Informasi kualitatif
Informasi kualitatif berisi masukan nilai yang dapat dirasa, seperti perubahan produk, mutu produk, kecepatan, dan sebagainya.
c.   Informasi kontrol
Informasi kontrol, misalnya pemberian petunjuk: apakah suatu perubahan variabel produk, model, atau desain, dapat berjalan normal atau tidak.
d.   Informasi simbol
Informasi simbol, misalnya petunjuk dalam rambu-rambu bisnis. Sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya adalah yang informasinya menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sumber-sumber informasi itu merupakan sumber yang dapat memberi keterangan jumlah data dan fakta yang berhubungan dengan kebijakan produk dan pemasarannya. Kebutuhan terhadap sumber-sumber informasi, sangat berkembang untuk menghasilkan banyak informasi yang berhubungan dengan pemasaran produk. Kegiatan produk memerlukan informasi tentang apa yang akan diproduksi, bagaimana sifat dan persyaratannya, bagaimana mutunya, dan berapa jumlah produk yang harus diproduksi. Sistem pemasaran harus dapat memberikan informasi serta menentukan bagaimana kecenderungan pasar dan konsumen. Sebaliknya, sistem prosuksi akan memberikan informasi kepada bagian pemasaran, tentang apa yang akan dilakukan untuk disampaikan ke pasaran.
Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan para wirausaha itu, harus lengkap, tepat dan dapat dipercaya kebenarannya. Oleh karena itu, para wirausaha yang memanfaatkan informasi harus dapat mengumpulkan, mengatur, mengolah, menyampaikan, dan menggunakan informasi tersebut.
-     Permasalahan hendaknya mengandung beberapa kemungkinan pemecahan, sehingga mengaktifkan pikiran dan kemauan, serta pemilihan beberapa alternatif pemecahannya.
-     Tepat waktu, tepat mutu, dan tepat janji merupakan unsur-unsur utama menciptakan keputusan dalam bisnis.
-     Peluang bisnis bukanlah suatu peluang jika tidak ada atau tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya.
-     Persoalan-persoalan kunci dalam setiap organisasi adalah persoalan yang tidak mempunyai pengalaman masa lampau sama sekali, tapi dapat dipergunakan sebagai pedoman
2.   Informasi Yang Diperlukan Dalam Keputusan
Informasi adalah keberhasilan pengambilan keputusan. Semakin rumit bisnis, maka sistem informasi itu semakin diperlukan oleh seorang wirausaha. Kecepatan memperoleh dan menerima akses informasi sangat dibutuhkan oleh para wirausaha. Akan tetapi, bagaimana bentuk informasi yang dibutuhkan para wirausaha? Informasi-informasi yang dibutuhkan oleh para wirausaha adalah sebagai berikut.
a.   Informasi atas orang, termasuk juga informasi pokok yang dituntut: gaji/upah dan jaminan keselamatan kerja dan hidup.
b.   Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi: pandangan masa depan bisnis, kekayaan/utang, keberlanjutan bisnis.
c.   Informasi dalam operasi sehari-hari: penerimaan kas, pembayaran dalam usaha, neraca rugi dan laba sebenarnya, struktur modal.
d.   Fakta dan data untuk pendukung bisnis dan cara yang memungkinkan wirausaha mengambil keputusan mengenai perluasan usaha: pesaing, konstruksi, pabrik, produk, gudang, pemasaran, dan sebagainya.
Pencarian informasi memerlukan pengamatan yang cermat dan teliti terutama berkaitan dengan hal-hal berikut.
a.   Pesaing
b.   Seluk-beluk pemasaran.
c.   Seluk-beluk manajemen yang diperlukan.
d.   Perkembangan Arsitektur dan sipil
e.   Pengelolaan dan pengendalian keuangan
f.    Pengalaman dan penelitian usaha.
g.   Sumber dan data yang dapat dipercaya.
h.  Manajemen survai pemetaan.
i.    Perkembangan pariwisata
j.    Perkembangan paket-paket wisata
k.   Administrasi dan pembukuan.
l.    Perawatan peralatan produksi.
m.  Perkembangan teknologi
n.  Akuntansi dan auditing.
o.   Studi kelayakan.
p.   Informasi harga, promosi, dan distribusi.
Adapun urutan prioritas tindakan dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.
a.   Mencari informasi yang dibutuhkan dan diinginkan wirausaha, tetapi tersedia.
b.   Mencari informasi tidak dibutuhkan dan tidak diinginkan wirausaha, tetapi tidak tersedia.
c.   Mencari informasi yang dibutuhkan dan diinginkan wirausaha, tetapi belum tersedia.
d.   Mencari informasi yang dibutuhkan, tetapi tak dikehendaki dan belum tersedia.
e.   Mencari informasi yang dibutuhkan dan tersedia walaupun tak dikehendaki.
Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan para wirausaha, antara lain meliputi informasi mengenai konsumen, permintaan dan penawaran, pesaingan, advertensi, produk saingan, pengembangan produk, desain, dan prilaku konsumen. Sumber-sumber bisnis yang dikumpulkan dan diperlukan, persyaratannya yaitu.
a.   Data-datanya yang dipercaya;
b.   Data-datanya harus lengkap;
c.   Data-datanya masih berlaku;
d.   Data-datanya dapat dipergunakan.
Mencari dan mengumpulkan informasi relatif mudah apabila para wirausaha cerdas, cekatan, terampil, berpengalaman, dan pandai berkomunikasi dan tidak mudah putus asa serta cepat tidak puas diri.
Kelancaran di dalam berkomunikasi ditentukan oleh keterampilan pada ketepatan cara mengekspresikan diri. Kunci keberhasilan berwirausaha, terletak dalam memperoleh dan mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi. Keberhasilan wirausaha yang berhubungan dengan informasi dalam bisnisnya, diantaranya:
a.   Harapan masa depan bisnis
b.   Sistem nilai para wirausaha
c.   Pengalaman wirausaha dalam bisnis
d.   Kekuatan dan kelemahan bisnis
e.   Sikap dan perilaku konsumen
f.    Daya beli konsumen
g.   Motivasi konsumen
h.  Realitas bisnis
i.    Peluang bisnis
j.    Hambatan dan rintangan bisnis
k.   Pesaing
l.    Pelayanan
m.  Risiko kebutuhan konsumen
n.  Perubahan selera konsumen
o.   Kebijakan pemerintahan
3.   Sumber-Sumber Informasi Yang Dibutuhkan wirausaha
Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausaha dalam rangka menunjang kebijakan bisnis adalah sebagai berikut.
a.   Hasil penelitian pasar
b.   Kondisi ekonomi (daya beli masyarakat)
c.   Kedudukan perusahaan di pasar.
d.   Kondisi Sumberdaya Manusia
e.   Bagian keuangan.
f.    Pembeli, konsumen, dan distributor.
g.   Para pesaing.
h. Wilayah niaga.
i.    Media massa.
j.    Manager produksi, antara lain mengenai:
1)     Bahan baku.
2)     Tenaga kerja
3)     Transfortasi
4)     Kualitas produk.
5)     Desain produk.
6)     Model produk.
7)     Jenis dan ukuran produk.
8)     Warna dan merk produk.
9)     Manfaat dan bungkus produk.
10)  Harga produk.
k.   Pemerintah dan peraturannya.
l.    Hukum
Dengan perkataan lain, sumber-sumber informasi tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, sebagai berikut.
a.   Sumber Informasi Data Primer
Sumber infomasi data primer, diantaranya hasil riset, konsumen sendiri, pedagang perantara, para penjual sendiri.
b.   Sumber informasi data sekunder
Sumber informasi data sekunder, diantaranya : hasil-hasil penelitian, Jurnal-jurnal, perusahaan lain dalam kelompok sejenis, Pemerintah, perusahaan pendukung, Biro Pusat Statistik, Asosiasi profesi, KADIN, Media Massa (Majalah, Koran, Tabloid), Televisi
4.   Manfaat Sumber-Sumber Informasi Usaha
Pemanfaatan teknologi informasi, akan mengarahkan perusahaan pada cara kerja perusahaan, perluasan kompetisi, pemasaran, penjualan, distribusi, promosi, dan lain-lainnya. Adanya teknologi informasi akan menyebabkan orang-orang dengan cepat mengetahui berita dan dengancepat pula dapat mengirim berita. Pemakaian teknologi informasi banyak menimbulkan perubahan pada berbagai segi kegiatan dalam perusahaan. Oleh karena itu, dalam rangka memajukan dan membesarkan usaha atau bisnis, peran teknologi informasi harus dioptimalkan penggunaannya.
-     Informasi semakin sedikit yang relevan. Orang-orang politik bilang “informasi adalah kekuasaan”. Sementara orang-orang bisnis bilang “untuk mengetahui masa depan bisnis. Untuk itu kuasailah dan cari sebanyak-banyaknya informasi.
-     Keberhasilan wirausaha dalam mengelola informasi, bukan terletak pada banyaknya informasi yang ia miliki, melainkan pada relevansinya.
Dengan adanya sumber-sumber informasi, maka para wirausaha akan mengetahui bahwa informasi itu sangat penting untuk bahan masukan bagi pengambilan suatu keputusan dalam bisnis. Zaman sekarang dikenal abad informasi, yang mana kemampuan untuk mendapatkan dan menggunakan sumber informasi merupakan aktiva yang terbesar. Orang-orang politik bilang: “Siapa yang memiliki informasi paling banyak, dialah yang paling berkuasa”. Sementara orang-orang bisnis mengatakan:”Untuk dapat mengelola bisnis dengan baik, pasarkan sesuatu untuk masa depan; untuk mengetahui masa depan, kuasailah sebanyak-banyaknya informasi”
Dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi, para wirausaha akan melaksanakan perubahan atau perbaikan hal-hal berikut.
a.   Perluasan kompetisi bisnis.
b.   Pembuatan produk
c.   Pemasaran dan penjualan produk.
d.   Ketenagakerjaan.
e.   Cara mengelola bisnis.
f.    Memilih produk.
Dari penjelasan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya sumber-sumber informasi, maka para wirausaha akan dapat:
a.   Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan lebih murah.
b.   Memilih dan membuat produk yang bermutu laku dijual, dan harga bersaing.
c.   Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.
d.   Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi.
e.   Memilih dan membuat produk yang lebih baik dengan harga relative murah.
Sebelum memutuskan membuat suatu produk perlu mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya faktor pasar.
Unduh Materi 3 - Merumuskan Solusi Masalah
Format : PPT - Word

2 comments: